Sinopsis
Budi Santoso dikenal sebagai seorang polisi yang menjaga kedamaian kota dengan semangat keadilan yang membara dan tidak mentolerir kebohongan. Baru-baru ini, rumor mengenai insiden yang dikenal sebagai “Perampok Palu” menyebar di kota, dan ia pun semakin bergairah untuk menyelidiki kasus tersebut. Pada suatu senja setelah hujan reda, ia menemukan seorang pria di balik bayang-bayang tiang listrik. Pria itu memegang sebuah palu dan sedang memanjat tiang listrik yang tinggi, tampak seperti sedang melakukan perbaikan atap, namun pengamatan Budi Santoso menimbulkan keraguan mendalam.
Terpacu oleh penilaian sekejap dan kenangan menyakitkan dari masa lalu, Budi Santoso dengan cepat menyimpulkan bahwa pria tersebut adalah perampok pendusta, dan tanpa ampun mencoba menariknya turun. Sebuah benturan mendadak membuat pria itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh dengan mengerikan, meninggalkan keheningan di tempat kejadian. Penyelidikan selanjutnya mengungkap fakta bahwa pria tersebut sebenarnya adalah seorang tukang atap andalan yang sangat dipercaya di lingkungan setempat, yang tengah berjuang memperbaiki atap yang telah lapuk.
Dampak kejadian itu menyebar ke seluruh kota, dan dalam dirinya kembali bangkit kenangan akan masa lalu yang kelam — ingatan akan dosa atas kehilangan nyawa berharga akibat salah penilaian. Rasa keadilan dalam dirinya terus menyalahkan dirinya sendiri tanpa ampun, seolah terpaksa menghadapi bayangan gelap masa lalunya. Di tengah keheningan malam, terdengar lirih pesan: “Orang yang mengejar, suatu hari akan dikejar.” Pada saat itu, keadilan, kesalahpahaman, dan rahasia terpendam berpadu, dan roda takdir yang penuh ironi mulai berputar tanpa terdengar suaranya.

















































