Sinopsis
Budi Santoso menyambut pagi yang biasa saja. Wajah yang terpantul di cermin memancarkan senyuman lembut yang belum pernah ia lihat sebelumnya, membuatnya merasa bingung. Ketika ia keluar rumah, tidak hanya keluarganya, tetapi juga orang-orang yang lewat dan rekan kerja di kantornya, memandangnya dengan tatapan tajam. Suasana itu seolah-olah setiap orang terpesona olehnya, diselimuti oleh aura misterius.
Untuk mencari penjelasan atas situasi yang membingungkan ini, Budi mulai membaca buku harian tua dan naskah legenda. Di sanalah ia mengetahui legenda bahwa roh seorang pria yang pernah dikenal sebagai pahlawan telah mendiami sebuah keluarga, dan seiring waktu, wujud sang pahlawan diwariskan secara turun-temurun. Yang mengejutkan, perlahan terungkap bahwa wajah Budi sangat mirip dengan potret sang pahlawan. Konon, kerumunan orang yang berkumpul di sekitarnya merupakan manifestasi dari keagungan dan kutukan sang pahlawan, serta karena dirinya telah ditakdirkan untuk mewarisi nasib itu.
Dengan perasaan takut dan harapan yang bersaing di dalam hatinya, Budi berusaha mencari cara untuk mencabut kutukan itu sesuai dengan legenda. Di hadapan tatapan hening keluarganya dan rekan kerja, ia memperkuat tekad untuk menjalani ritual terakhir. Saat ritual dimulai, sebuah cahaya misterius menyelimuti wajahnya, dan kerumunan yang tadinya penuh perhatian segera menjadi sunyi. Dalam hitungan detik, wajahnya kembali menunjukkan ekspresi datar seperti sediakala, sementara sosoknya perlahan memudar.
Kemudian, twist mengejutkan terungkap. Saat Budi menghilang, semua orang yang hadir segera menyadari satu kebenaran. Hilangnya dirinya merupakan bukti bahwa roh sang pahlawan telah dilepaskan dengan damai dari dunia ini, menandakan bahwa kutukan takdir yang selalu muncul telah terpecahkan karena misi sang pahlawan telah terpenuhi.

















































