Tiga anak dan iblis

2025/2/7

Tiga anak dan iblisgambar

Sinopsis

Dahulu kala, ada sebuah keluarga yang sangat miskin. Ayah sudah meninggal, dan ibu harus membesarkan tiga anaknya sendirian. Namun, karena sangat miskin, ibu memutuskan untuk meninggalkan anak-anaknya di dalam hutan yang dalam.

Ibuk tahu bahwa di dalam hutan ada buah-buahan liar, pasti kalian bisa bertahan hidup, kata ibu. Lalu, ia membawa anak-anaknya ke gunung. Ibu berkata, Tunggu di sini ya. Ibu akan mencari sesuatu yang bisa dimakan.

Anak-anak menunggu ibu kembali hingga gelap. Namun, ketika kakak laki-laki dan adik laki-lakinya mulai menangis, si bungsu yang berusia tujuh tahun berkata kepada mereka, Tidak ada gunanya menangis. Mari kita cari tempat tidur. Ia pun memanjat pohon dan melihat cahaya. Mari kita pergi ke sana.

Si bungsu mendorong keduanya dan mereka menuju cahaya tersebut. Di dalam hutan terdapat sebuah gubuk tua, dan di dalamnya seorang nenek penyihir memasak di perapian.

Nenek, kami tersesat. Izinkan kami menginap malam ini, kata si bungsu.

Sebetulnya aku bisa mengizinkanmu menginap, tetapi ini adalah rumah iblis. Jika mereka kembali, mereka akan memakanmu. Lebih baik kau pergi menjauh. Jika kau mengikuti jalan itu, kau akan bertemu dengan iblis, lebih baik pergi ke arah yang ini, kata nenek penyihir.

Namun, ketiga anak itu kelelahan dan tidak ingin keluar dari gubuk itu. Nenek, kami sangat lelah dan tidak bisa berjalan di kegelapan. Tolong izinkan kami menginap, kata mereka.

Ketika itu, terdengar suara di pintu masuk. Iblis sudah kembali! Nenek penyihir mendorong ketiga anak itu ke dalam lubang tersembunyi dan menutupi mereka dengan jerami.

Ada bau manusia! kata iblis saat mencari di dalam rumah. Sebenarnya, anak-anak itu sudah datang ke sini meminta untuk menginap, tetapi mereka kabur setelah mendengar kamu pulang.

Iblis berkata, Benarkah? Aku akan mengejarmu! dan ia melompat keluar dari rumah. Namun, ia tidak bisa menemukan anak-anak tersebut. Iblis pun duduk di atas batu dan tertidur tanpa bisa berbuat apa-apa.

Nenek penyihir mengeluarkan anak-anak dari lubang tersembunyi dan berkata, Iblis telah memakai sandal ajaib dan melarikan diri dari rumah. Larilah ke arah sini, jangan sekali-kali pergi ke arah sana!

Anak-anak berlari di dalam kegelapan, tetapi mereka tersesat di tengah jalan. Saat itu, mereka mendengar suara dengkuran dari dalam hutan. Di sana, ada iblis besar yang sedang tidur di atas batu.

Karena sangat menakutkan, kedua kakaknya mulai menangis. Tidak ada gunanya menangis. Mari kita kabur saat ia tidur, kata si bungsu. Saat mereka berusaha melewati depan iblis dengan hati-hati, si bungsu menemukan sandal ajaib. Ia mengambil sandal itu secara diam-diam dari iblis.

Kakak, pakailah sandal ini! Jika kau memakainya, kau akan bisa berlari lebih cepat dari siapa pun, kata si bungsu dan ia menggenggam kakak laki-lakinya. Lari, lari, lari! teriak si bungsu.

Mendengar suara itu, iblis terbangun. Tunggu, anak-anak! Iblis pun mengejar mereka, tetapi tanpa sandal ajaib, ia tidak dapat mengejar anak-anak itu.

Ketiga anak tersebut berhasil pulang dengan selamat dan berkat sandal ajaib, mereka hidup bahagia bersama ibu mereka.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.