Pekokyō

2025/2/7

Pekokyōgambar

Sinopsis

Dahulu, di sebuah desa, hiduplah seorang kakek. Suatu hari, kakek pergi ke gunung untuk mengambil kayu bakar.

Ketika mendaki gunung, seekor burung kecil datang dan terbang masuk ke dalam mulut kakek. A-apa itu! kakek terkejut, tetapi setelah beberapa saat, sehelai rambut panjang tumbuh dari pusarnya.

Ini menarik! pikir kakek, lalu mencoba menarik rambut itu. Ternyata, bunyi kentut keluar dan mulai mengeluarkan nada. Hijau-hijau, abadi-abadi, harta pinus lima daun, chinchikin!

Kakek pulang ke rumah dan bercerita kepada nenek. Aku bisa bernyanyi bila aku kentut!

Benarkah? Maka, silakan tunjukkan padaku! kata nenek dengan gembira.

Ketika kakek kentut lagi, suara yang sama keluar. Wah, sungguh luar biasa!

Mendengar kabar itu, raja menjadi tertarik dan mengirim utusan untuk memanggil kakek. Kami mendengar bahwa engkau dapat mengeluarkan lagu saat kentut. Datanglah dan tunjukkan padaku.

Kakek pergi ke rumah besar raja dan duduk di depannya dengan gugup. Kakek, coba kentut! perintah raja.

Kakek kentut berkali-kali dan membuat raja senang. Aku sangat puas! Ini adalah hadiah untukmu! kata raja sambil memberikan banyak uang.

Kakek pulang ke rumah dengan sangat bahagia. Nenek pun terkejut melihat banyak uang itu. Aku belum pernah melihat uang sebanyak ini!

Namun, ada pasangan tua yang jahat yang mendengarkan cerita itu. Bagaimana kakek itu bisa melakukan hal seperti itu? tanya kakek jahat dengan rasa ingin tahu.

Kakek jahat pergi ke gunung, menangkap burung kecil, memasaknya, dan memakannya. Dengan ini, aku akan mengejutkan raja! pikirnya, dan pergi ke istana.

Namun, tidak semudah kakek, ia tidak bisa kentut. Ah, aku berak... kata kakek jahat dengan malu, dan ia pun dimasukkan ke penjara.

Kakek mendapatkan keberuntungan dari hanya sebuah kentut, sementara kakek jahat menerima hukuman akibat ketamakannya. Dan begitulah akhirnya.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.