Senja Panjang

2025/2/7

Senja Panjanggambar

Sinopsis

Dahulu kala, di sebuah desa, tinggal seorang tuan tanah yang sangat kaya. Dia tinggal di sebuah rumah besar dan setiap tahun mempekerjakan banyak orang untuk membantunya menanam padi.

Suatu tahun, saat penanaman padi belum selesai, matahari hampir terbenam. Tuan tanah marah dan berteriak, Apa yang kalian tunggu-tunggu! Cepat! Matahari akan terbenam! Kemudian, dia mengangkat kipas dan berteriak ke arah matahari, Jangan tenggelam! Hai matahari, bangkitlah lagi!

Ajaibnya, matahari berhenti. Para penduduk desa terkejut dan memberi tepuk tangan.

Namun, seiring berjalannya waktu, desa mengalami kekeringan parah. Tuan tanah berdiri di tepi danau dan memohon kepada dewa naga, Dewa naga, turunkanlah hujan. Jika itu terjadi, saya akan memberikan salah satu putri saya!

Saat itu juga, hujan turun, dan sawah selamat. Namun, tuan tanah memiliki tiga putri yang baik hati. Putri sulung berkata, Saya akan menyerahkan diri kepada dewa naga. Jika saya melanggar janji, maka bencana akan menimpa seluruh desa! Putri kedua juga melanjutkan, Saya akan menggantikan tempatnya!

Namun, putri bungsu diam-diam meninggalkan rumah. Dia meninggalkan surat yang mengatakan, Saya akan menyerahkan diri kepada dewa naga.

Putri bungsu memegang patung Kannon di dekat danau dan saat dia melantunkan sutra, seekor naga besar muncul. Naga itu berkata, Saya berterima kasih atas belas kasihmu. Jika kamu pergi ke balik gunung, kamu akan menemukan kebahagiaan, dan kemudian naga tersebut terbang ke langit.

Putri bungsu bekerja sebagai pelayan di desa di balik gunung dan hidup bahagia. Sementara itu, tuan tanah merasa bangga dengan keberhasilannya.

Suatu hari, dia mencoba untuk menembak seekor angsa dengan panah. Tidak ada cara saya akan dihukum oleh dewa! teriaknya. Para penduduk desa terkejut dan berkata, Tolong hentikan tindakan bodoh itu!

Namun, tuan tanah mengabaikannya. Panahnya hanya meleset dari angsa dan angsa itu terbang ke utara.

Setelah itu, tuan tanah mengalami satu demi satu bencana. Dia bahkan membunuh orang dengan racun untuk menyembunyikan harta bendanya. Saya baik-baik saja, dia meyakinkan dirinya sendiri, tetapi pada akhirnya dia sendiri jatuh sakit.

Upacara pemakamannya sangat sederhana, dan para penduduk desa tidak datang karena ketakutan. Akhirnya, tuan tanah dan keluarganya terkutuk, dan tidak ada satu pun yang bisa meraih kebahagiaan.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.