Gagak, Burung Kayu, dan Merpati Gunung

2025/2/7

Gagak, Burung Kayu, dan Merpati Gununggambar

Sinopsis

Dahulu kala, ada seorang anak laki-laki yang selalu melakukan hal yang berlawanan dengan yang diperintahkan. Jika disuruh pergi ke gunung, ia pergi ke sungai, jika disuruh pergi ke ladang, ia pergi ke sawah. Begitulah anak laki-laki itu. Oleh karena itu, ayahnya terlalu khawatir dan jatuh sakit, hingga akhirnya meninggal dunia. Sebelum ayahnya meninggal, anak laki-laki itu tidak mendengarkan kata-katanya dan secara sengaja meninggalkan pesan, Jika saya meninggal, kuburkanlah saya di dekat sungai. Anak laki-laki itu baru menyadari kesalahannya setelah ayahnya meninggal. Maafkan saya, Ayah. Saya ingin kau memaafkanku. Anak laki-laki itu membuat kuburan di dekat sungai seperti yang diperintahkan. Namun, ketika hujan turun, sungai meluap. Anak laki-laki itu sangat khawatir.

Suatu hari, hujan mulai turun dengan deras. Anak laki-laki itu berlari menuju sungai dengan cepat. Sesampainya di kuburan, hujan berhenti. Tetapi ketika ia kembali ke rumah, hujan turun lagi. Anak laki-laki itu kembali berlari ke sungai, dan ketika sampai di kuburan, hujan berhenti. Namun, ketika ia kembali ke rumah, hujan kembali turun. Begitu seterusnya, anak laki-laki itu bolak-balik antara sungai dan rumah, hingga dirinya kelelahan. Ayah, saya ingin menjadi burung. Begitu ia menginginkannya, anak laki-laki itu melayang ke langit dan berubah menjadi burung. Dan setiap kali hujan akan turun, burung merpati gunung itu mengingat ayahnya dan mulai berkicau, Tetepoppo, tetepoppo.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.