Bocah Kerdil

2025/2/7

Bocah Kerdilgambar

Sinopsis

Dahulu kala, di suatu tempat, tinggal seorang kakek dan nenek. Keduanya tidak memiliki anak, dan setiap hari mereka berdoa kepada Tuhan agar diberikan seorang anak. Tuhan, tolong berikan kami seorang anak kecil. Suatu hari, dengan penuh keajaiban, mereka diberi seorang bayi kecil. Bayi itu adalah seorang anak laki-laki yang hanya setinggi satu inci, dan mereka menamakannya Issun-boshi. Kakek dan nenek merawat Issun-boshi seperti harta berharga.

Anak-anak di desa mengejek Issun-boshi dan memanggilnya, Issun, Issun, Issun-boshi. Nenek sangat marah dan mengusir anak-anak itu dengan berkata, Diamlah! Namun, Issun-boshi tumbuh menjadi anak yang pintar dan kuat. Suatu hari, Issun-boshi berkata, Ayah, Ibu, berikan saya jarum, tali jerami, mangkuk, dan sumpit. Nenek merasa aneh dan bertanya, Apa yang ingin kau lakukan? Lalu Issun-boshi menjawab, Jaru adalah pedang, jerami adalah sarung, mangkuk adalah perahu, dan sumpit adalah dayung. Aku ingin pergi ke ibu kota dan menjadi seorang samurai.

Kakek dan nenek mengakui tekadnya dan mengantar pergi. Issun-boshi pun berangkat ke ibu kota. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan semut. Semut, di mana sungai? tanya Issun-boshi. Semut menjawab, Di ladang dandelion.

Setibanya di sungai, Issun-boshi naik ke dalam mangkuk dan menyusuri sungai seperti anak panah. Di sana, ikan mendekat, tetapi Issun-boshi menggunakan sumpit untuk mengusir ikan tersebut. Bergoyang oleh ombak, terendam hujan, dan tertiup angin, akhirnya ia tiba di ibu kota.

Saat berjalan di kota, ia melihat sebuah rumah besar yang megah. Issun-boshi memutuskan untuk bekerja di sana. Tolong buka pintunya. Saya punya permintaan. Kemudian, tuan rumah muncul, tetapi ia tidak melihat siapa pun di sekitarnya. Siapa itu? Aku tidak dapat melihatnya, kata tuan rumah. Issun-boshi menjawab, Aku ada di dekat kakimu. Tuan rumah menemukan Issun-boshi di dekat sandal dan berkata, Kau tampak aktif dan pintar. Baiklah, aku akan menjadikannya pelayan.

Tuan rumah memiliki putri yang cantik, dan Issun-boshi belajar membaca dan menulis dari putri tersebut. Suatu hari, ketika putri tersebut membawa Issun-boshi untuk berdoa di kuil, mereka bertemu dengan seorang raksasa besar di jalan. Raksasa mencoba menculik putri dan berkata, Oh, jahat sekali. Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh putriku. Issun-boshi berkata, Berani sekali. Aku akan memakanmu. Dengan itu, raksasa menelan Issun-boshi sekaligus.

Issun-boshi menusuk raksasa itu dari dalam perutnya dengan jarum. Aduh, aku akan mati. Aku menyerah. Tolong bantu aku. Raksasa itu memuntahkan Issun-boshi dan melarikan diri. Terima kasih telah menyelamatkanku. Kau kecil, tetapi sangat berani dan kuat, kata Issun-boshi. Sepertinya ada sesuatu yang dilupakan raksasa itu. Apa ini? Putri itu berkata, Ini adalah palu ajaib, dan jika kau menggeraknya, kau bisa mendapatkan apa pun yang kau inginkan. Issun-boshi, apa yang kau inginkan? Issun-boshi menjawab, Aku ingin tumbuh besar.

Ketika palu itu digerakkan, Issun-boshi semakin besar, dan dalam sekejap ia menjadi seorang dewasa yang gagah. Akhirnya, Issun-boshi menikahi putri yang cantik dan menjadi seorang samurai yang hebat seperti yang ia impikan.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.