Pembalasan rubah

2025/2/7

Pembalasan rubahgambar

Sinopsis

Pada zaman dahulu, seorang biksu tua tinggal sendirian di sebuah kuil tua di lereng gunung. Setiap harinya, kegiatan biksu tersebut sederhana, seperti mengumpulkan derma, melakukan upacara, dan kadang-kadang memberikan ceramah kepada penduduk desa. Pada awal setiap bulan, adalah hari di mana penduduk desa datang untuk mendengarkan ceramah biksu.

Suatu hari, saat biksu itu pulang dari mengumpulkan derma, ia menemukan sesuatu tergeletak di dekat kolam di jalur setapak. Karena rasa ingin tahunya, ia mendekati dan menemukan itu adalah seekor rubah. Biksu itu, ingin menusuk sesuatu yang tidak terlihat, memukul rubah itu dengan sebatang kayu. Rubah itu terkejut dan melarikan diri. Biksu itu tidak menyadari bahwa tindakannya itu tidak berperikemanusiaan bagi rubah.

Keesokan harinya adalah awal bulan, dan penduduk desa datang ke kuil untuk mendengarkan ceramah biksu. Di dekat kolam, salah satu penduduk desa berkata, Rubah itu sedang mencoba menyamar. Penduduk desa kemudian bersembunyi untuk mengamati. Tiba-tiba, bulu rubah itu berubah menjadi jubah biksu dan mengubahnya menjadi biksu yang berjalan menuju kuil. Penduduk desa panik dan memutuskan, Kita tidak boleh tertipu lagi, kita harus menangkap rubah itu.

Setibanya di kuil, biksu itu sudah duduk di dalam aula utama menunggu penduduk desa. Penduduk desa mengepung biksu itu dan berkata, Kamu adalah rubah! sembari mengikatnya dengan tali. Biksu itu terkejut dan berteriak putus asa, Aku adalah biksu! tetapi penduduk desa tidak mempercayainya. Mereka menyeret biksu itu ke atas daun pinus dan berniat untuk membakarnya.

Biksu itu tidak mengerti mengapa ia harus mengalami nasib seperti itu, namun ia berpikir, Ini mungkin balasan dari rubah. Kemudian, penduduk desa memutuskan untuk menunggu biksu itu menyamar. Biksu itu pingsan, tetapi penduduk desa mulai khawatir bahwa ia mungkin adalah biksu yang asli. Mereka mencoba membantunya dengan menyiramkan air.

Saat biksu itu membuka matanya, penduduk desa meminta maaf dengan raut wajah menyesal. Mohon maaf atas ketidak sopanan ini. Kami mengira kamu adalah rubah karena melihat rubah menyamar menjadi biksu. Biksu itu teringat, Kemarin, aku telah memukul rubah. Ini mungkin adalah balasannya.

Biksu itu meminta kepada penduduk desa untuk memberikan minyak sebagai persembahan kepada rubah. Jika kita melakukannya, kita tidak akan tertipu lagi, katanya. Penduduk desa mendengar kata-kata biksu itu dan sepakat untuk bekerja sama memberikan persembahan kepada rubah.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.