rubah, rakun, dan kelinci

2025/2/7

rubah, rakun, dan kelincigambar

Sinopsis

Dahulu kala, di sebuah desa yang terletak di antara gunung, tinggal seorang pengantar surat yang disebut hikkyaku. Setiap hari, ia membawa surat-surat yang dimasukkan ke dalam kotak kayu dan pergi bolak-balik antara desa dan kota. Di dalam kotak itu, terdapat juga onigiri untuk makan siang.

Suatu hari, saat hikkyaku sedang terburu-buru melalui hutan, ia diperhatikan oleh seekor rubah, seekor musang, dan seekor kelinci.

“Aku ingin makan onigiri,” kata kelinci.

“Aku juga ingin. Setiap kali melihatnya, aku selalu berpikir begitu,” jawab musang.

“Aku punya ide bagus,” kata rubah, lalu memberitahukan caranya.

Kelinci duduk di tengah jalan yang dilalui oleh hikkyaku. Hikkyaku melihat kelinci dan berusaha menangkapnya. Namun, kelinci melompat sedikit lebih jauh dan duduk lagi. Meskipun berkali-kali mencoba menangkapnya, kelinci tidak bisa tertangkap.

“Aku sudah marah. Aku pasti akan menangkapmu,” kata hikkyaku, lalu menggantung kotak kayu di dahan pohon dan berusaha menangkap kelinci dengan serius. Dalam kesempatan itu, musang mencuri kotak tersebut dan membawanya masuk ke hutan.

“Bagus sekali!” kata rubah dengan gembira.

Kelinci juga kembali dan ketika membuka kotak, ia menemukan ada surat dan lima onigiri di dalamnya.

“Kelinci, aku akan memberikan satu untukmu. Musang, satu untukmu juga,” kata rubah. Masih ada tiga onigiri yang tersisa.

“Apa yang harus kita lakukan? Seandainya ada empat, kita bisa makan dua masing-masing,” kata rubah. “Tunggu sebentar. Mungkin ada ide bagus di dalam surat.”

Rubah membuka salah satu surat.

“Tertulis di sini. Aku akan membacanya, dengarkan. ‘Untuk kelinci dan musang masing-masing satu. Yang tersisa adalah milik rubah. Mengerti?’”

“Mengerti,” jawab kelinci dan musang.

Akhirnya, rubah memakan tiga onigiri.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.