Sinopsis
Dahulu kala, di sebuah desa pegunungan, tinggal seorang nenek dan seorang anak bernama Taro. Taro bertanya kepada neneknya tentang ibunya, tetapi neneknya menjawab, Nanti kalau kamu sudah sedikit lebih besar, aku akan memberitahumu, sehingga Taro harus bersabar.
Suatu hari di musim panas, Taro berenang di danau bersama anak-anak desa. Ia berenang bebas dan temannya berkata, Kamu adalah anak naga, jadi kamu bisa berenang cepat. Kata-kata itu terpatri di hatinya.
Suatu hari, saat Taro sedang bekerja di ladang, seorang penduduk desa meminta dia untuk mengalirkan air danau agar bisa membuat sawah yang luas. Taro memutuskan untuk melakukannya.
Beberapa tahun kemudian, ketika Taro tumbuh dewasa, neneknya mengungkapkan kebenaran kepadanya. Ayahmu adalah naga putih yang tinggal di gunung, dan ibumu adalah naga badak yang tinggal di danau. Kamu adalah anak dewa. Tolong alirkan air danau agar bisa menanam padi, katanya.
Taro bersyukur atas kata-kata itu dan berjanji untuk bekerja sama dengan ibunya mengalirkan air danau. Keesokan harinya, ketika Taro memanggil ibunya di tepi danau, danau tersebut bergetar dan seekor naga muncul. Taro, aku telah melihatmu tumbuh dengan baik. Aku tidak pernah melupakanmu bahkan sehari pun, kata ibunya.
Taro menyampaikan keinginannya untuk bertemu ibunya dan ingin mengalirkan air danau untuk membalas budi kepada penduduk desa. Ibu naga juga setuju, dan keduanya bekerja sama.
Ibu naga memperingatkan bahwa ia akan menghantam batu dan bisa saja matanya hancur, tetapi Taro tetap bertahan di punggungnya. Ibu naga dengan segenap tenaga menghantam batu itu, dan akhirnya batu itu hancur sehingga air danau mengalir deras seperti air terjun. Kemudian, Taro dan ibu naga terbang ke langit.


















































