Gua Kodok

2025/2/7

Gua Kodokgambar

Sinopsis

Dahulu kala, di kaki gunung batu, terdapat sebuah desa kecil. Di dinding gunung terdapat gua besar yang dapat dilihat dari jauh, tetapi tidak ada seorang pun yang berani memasuki gua itu. Alasannya adalah karena di dalamnya gelap dan terasa menyeramkan.

Namun yang aneh, penduduk desa menggunakan gua itu seperti lemari peralatan mereka. Mereka meminjam peralatan yang diperlukan untuk perayaan, pernikahan, dan pemakaman. Cara meminjamnya sangat sederhana, cukup berdiri di depan gua dan mengucapkan permohonan. Maka, keesokan paginya, peralatan yang dipinjam sudah tersedia. Setelah digunakan, peralatan itu harus dikembalikan, dan saat itu, ucapan terima kasih adalah kewajiban. Selain itu, mereka tidak diperbolehkan menoleh kembali ke gua, sehingga tidak ada yang pernah melihat saat peralatan menghilang.

Penduduk desa jujur dan rajin, tetapi petani bernama Tagosaku berbeda. Suatu hari, Tagosaku pergi ke gua dan berpura-pura meminjam peralatan, padahal sebenarnya tidak ada pernikahan putrinya, dan ia berniat untuk menjual peralatan yang dipinjam. Keramik dan perabotan yang mahal terjual dengan harga tinggi, dan Tagosaku perlahan-lahan semakin kaya. Namun, istrinya menghela napas karena ingin memiliki anak.

Tagosaku akhirnya mengucapkan permohonan di gua, Saya ingin bayi. Kemudian, istrinya melahirkan seorang anak laki-laki. Keduanya sangat senang, tetapi anak itu tumbuh tanpa bisa berdiri atau berjalan, hanya menangis saja.

Seiring berjalannya waktu, pada suatu hari di musim gugur ketika anak itu berusia sepuluh tahun, Tagosaku dan istrinya sedang mengemas beras di kebun, tiba-tiba anak laki-laki itu berdiri. Keduanya terkejut dan senang, tetapi anak itu berlari sambil berteriak, Saya akan pergi ke gua di tebing! Keduanya berusaha menghentikannya, tetapi anak itu sudah masuk ke dalam gua yang gelap.

Ketika keduanya sampai di gua, anak itu sudah tidak terlihat. Meski melihat sekeliling, hanya gema suara yang terdengar. Kemudian, suara menyeramkan dari dalam gua menggema, Anak dan dua sekarung beras, saya telah mengambil kembali kerugian! Anak itu tidak pernah kembali lagi.

Sejak saat itu, penduduk desa menjadi takut pada gua ini dan mulai menyebutnya Gua Pengambil Anak.


Total: 50 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.