Sinopsis
Dahulu kala, ada dua saudara laki-laki yang tinggal di suatu tempat. Sang kakak sangat serakah dan tinggal di rumah yang besar. Sementara itu, sang adik adalah orang yang jujur, tetapi hidupnya miskin di rumah yang kecil.
Pada malam tahun baru, sang adik pergi ke rumah kakaknya untuk meminjam beras sebagai persiapan tahun baru. Namun, kakaknya tidak mau meminjamkan beras. Sang adik kembali ke rumah dengan putus asa dan di perjalanan, ia bertemu dengan seorang lelaki tua yang misterius. Lelaki tua itu memberi tahu sang adik jalan menuju desa tempat para kerdil tinggal, dan jika ia mendapatkan sebuah batu penggiling di desa itu, sesuatu yang baik akan terjadi.
Lelaki tua itu memberikan sang adik makanan kesukaan para kerdil, yaitu kue gandum. Ketika sang adik tiba di desa para kerdil, ia ditukar kue gandum dengan batu penggiling.
Dalam perjalanan pulang, sang adik bertemu lagi dengan lelaki tua itu. Lelaki tua itu berkata, Jika kamu memutar penggiling ke kanan sambil mengatakan apa yang kamu inginkan, barang yang kamu inginkan akan muncul. Jika kamu memutarnya ke kiri, barang tersebut tidak akan muncul. Ketika sampai di rumah, sang adik segera memutar penggiling ke kanan dan menyebutkan apa yang diinginkannya. Ternyata, barang-barang terus keluar. Namun, ketika ia memutarnya ke kiri, barang-barang tersebut tidak muncul.
Dengan cara ini, sang adik segera menjadi lebih kaya dari kakaknya. Sang adik dengan baik hati membagikan berbagai barang kepada penduduk desa.
Mengetahui hal itu, sang kakak merasa ingin memiliki penggiling milik adiknya. Suatu hari, sang kakak mencuri penggiling dan kue terdekat, lalu ia berusaha melarikan diri ke negara jauh dengan perahu kecil. Namun, di tengah perjalanan ia merasa lapar dan memakan kue tersebut. Sambil mengunyah kue manis, ia merasa ingin makanan yang asin dan berkata, Aku ingin garam sambil memutar penggiling. Tiba-tiba, garam terus mengalir keluar.
Namun, sang kakak tidak tahu bagaimana cara menghentikannya, dan perahu tersebut semakin berat oleh garam. Akhirnya, perahunya tenggelam.
Kini, konon penggiling itu masih terus berputar dan mengeluarkan garam. Air laut yang asin adalah akibat dari hal tersebut.


















































