Sinopsis
Dahulu kala, ada seekor rakun yang sedang terburu-buru di jalan desa. Saat sampai di dekat sawah, dia dipanggil oleh seseorang.
Rakun, mau ke mana?
Rakun terkejut dan berhenti. Di bawah kakiya, terdapat seekor siput.
Aku akan pergi berdoa di kuil kota.
Wah, sungguh! Aku juga berencana pergi! Rakun, maukah kamu berlomba sampai ke gerbang torii dengan saya?
Aku berlomba denganmu, siput? Bodoh. kata rakun sambil mulai berlari menuju kota. Namun, siput dengan cerdik menggantungkan diri pada ekor rakun.
Rakun berlari terus menerus dan tiba di gerbang torii.
Kamu lambat sekali. kata siput sambil tetap menggenggam ekor rakun.
Siapa itu? saat rakun berusaha menoleh, ekornya menabrak tiang gerbang torii. Siput berhasil melewati gerbang dan terlempar ke jalan, cangkangnya pecah berkeping-keping.
Rakun terkejut melihat siput yang duduk di seberang jalan.
Aku lebih cepat! Aku berlari sangat keras sehingga jadi panas dan melepaskan cangkang. Aku sudah menunggu selama tiga puluh menit.
Dengan begitu, rakun dan siput menjadi sangat akrab.


















































