Sinopsis
Pada zaman Edo, ada tiga orang yang baik hati dan sedikit bodoh. Mereka bernama Mats, Take, dan Ume, dan tinggal di sebuah rumah susun di dekatnya. Nama Mats Take Ume dikenal di Jepang sebagai pohon yang membawa keberuntungan.
Suatu hari, mereka diundang ke pernikahan putri dari toko kaya bernama Iseya. Bagi ketiga orang tersebut, ini adalah pertama kalinya mereka menghadiri acara seperti itu, jadi mereka tidak tahu harus berbuat apa. Oleh karena itu, mereka pergi berkonsultasi dengan orang tua di lingkungan mereka.
Mereka bertiga berpikir untuk melakukan pertunjukan, tetapi bisakah Anda memberi tahu kami apa yang harus dilakukan? tanya Mats.
Orang tua itu berkata, Nama kalian bertiga jika digabungkan menjadi Mats Take Ume. Bagaimana jika kalian menambahkannya dengan kalimat pendek? Untuk memudahkan pemahaman, saya akan membuatnya lebih singkat.
Orang tua itu sangat mengenal sifat ceroboh dari ketiga orang itu. Jadi, ia memberi saran.
Mats-san, pertama-tama kamu harus mengatakan ini: Natta, natta, janinatta. Tokka no mukodono, janinatta.``
Natta, natta, sha ni natta.
Tidak, itu bukan shatetapijan. Cobalah sekali lagi.
Mats mengulangi, Natta, natta, janinatta. Tokka no mukodono, janinatta.
Baik, selanjutnya Take-san. Kamu katakan ini: Nanno janin narareta?``
Baik, ini mudah. Nami no janin narareta?
Itu tidak akan berarti apa-apa. Nanno janin narareta?Paham? Terakhir Ume-san, ini singkat tetapi bagian penting.Chōja ni narareta.Di sini, bertiga kalian sekaligus mengucapkanOmedetō gozaimasu. Mari kita coba dari awal.
Ketiga orang itu mulai berlatih. Pertama Mats berkata, Natta, natta, janinatta. Tokka no mukodono, janinatta.
Kemudian Take berkata, Chōja ni narareta.
Di sini, kalimat Take terlalu cepat sehingga Ume tidak sempat mengatakannya.
Orang tua itu berkata, Sekali lagi dari awal.
Sekali lagi Mats berkata, Natta, natta, janinatta. Tokka no mukodono, janinatta.
Take berkata, Nanno janin narareta?
Dan Ume berpikir. Eee... Oh, benar! Jadi... Jan... Jan... Mo jan ni narareta!
Akhirnya, ketiga orang itu memutuskan untuk menuju ke tempat pernikahan. Selama perayaan, giliran mereka tampil datang.
Mats yang pertama berkata, Kami, Mats, Take, Ume. Jika digabungkan menjadi Mats Take Ume. Mohon perhatian sebentar. Natta, natta, janinatta. Tokka no mukodono, janinatta. Ucapan Mats sangat sukses.
Selanjutnya Take melanjutkan, Nanno janin narareta?
Namun, Ume menjadi sangat bingung dan tidak bisa mengingat kalimatnya. Hmm... Oh, benar! Jadi, jan... jan... Mo jan ni narareta!
Dengan ini, ketiga orang itu membuat keadaan menjadi sangat kacau.










