Manju Takut

2025/2/7

Manju Takutgambar

Sinopsis

Di sebuah kota, sekelompok pemuda berkumpul dan saling bertukar cerita tentang hal-hal yang menakutkan.

Pertama seorang berkata, Aku takut ular. Cara bergeraknya itu tidak suka. Kemudian yang lain berkata, Aku takut rakun. Karena mereka bisa berubah menjadi hantu. Berikutnya, Aku takut laba-laba. Jaringnya lengket dan mengganggu, dan ada suara lagi, Aku takut kelelawar. Terbang di malam hari itu menakutkan. Selanjutnya, Aku takut ulat. Tersembunyi di balik daun itu menakutkan, dan terakhir, Aku takut semut. Bergerak berbaris itu menakutkan, semua orang bergiliran menceritakan hal-hal yang mereka takutkan.

Di antara mereka, ada satu lelaki yang diam. Hei, Matsuchan. Apa kamu tidak punya yang menakutkan? tanya mereka. Matsuchan menjawab, Menakutkan! Tidak ada yang menakutkan bagiku. Mereka bertanya lebih lanjut, Apakah ular, laba-laba, dan hantu tidak menakutkan? Matsuchan menjawab, Hal-hal itu tidak menakutkan. Ular itu, saat kepala sakit, bisa melilitkan di kepala dan jadi sejuk, dan kalau rakun atau hantu muncul, bisa dimasak dan dicuci bersih, katanya, lalu menambahkan, laba-laba juga bisa dicampur dengan natto.

Namun, tiba-tiba Matsuchan menjadi diam. Ada apa? tanya mereka, dan Matsuchan menjawab, Aku teringat sesuatu yang menakutkan. Apa itu? Tolong ceritakan padaku, desak mereka, dan Matsuchan berkata, M-m-manjū itu menakutkan. Semua orang terkejut dan bertanya, Manjū? Itu hewan apa? tetapi Matsuchan menjelaskan, Bukan hewan. Itu makanan yang dijual di toko, dan hanya mengingatnya sudah membuatku merasa mual.

Wajahnya semakin pucat, dan dia berkata, Ah, aku tidak bisa duduk. Tolong siapkan futon di ruangan sebelah. Lalu, ketika dia berbaring di futon, dia menutupi wajahnya dengan selimut. Melihat ini, teman-temannya tertawa dan memutuskan untuk berbuat iseng.

Beberapa dari mereka pergi ke kota dan membeli berbagai macam manjū. Dari manjū sake, manjū onsen, manjū soba, hingga manjū kastanye, banyak sekali manjū. Mereka meletakkan manjū di nampan dan diam-diam membawanya ke samping bantal Matsuchan. Hei, Matsuchan. Bangunlah. Sudah selesai, mereka memanggilnya, dan Matsuchan menjawab, Ya, saya mengerti. Tapi, jangan sebutkan tentang manjū lagi.

Kemudian, seseorang berteriak dengan keras, Wah, ada manjū! Banyak sekali manjū! Mendengar itu, semua orang di ruangan sebelah sangat senang. Matsuchan berteriak, Kenapa kamu melakukan ini! Kan sudah janji! Manjū itu menakutkan! tetapi semua orang semakin bersenang-senang. Wah, ada manjū sake! Menakutkan, menakutkan! Wah, ada manjū kastanye! Menakutkan, menakutkan! suasana semakin meriah.

Ketika semua orang pergi melihat Matsuchan, mereka menemukan Matsuchan yang tampak bahagia sambil makan manjū, dan mereka terkejut. Matsuchan, apa yang sebenarnya menakutkan? tanya mereka, dan Matsuchan menjawab, Teh enak itu menakutkan, yang membuat semua orang tertawa lebih lagi.


Total: 11 Cerita


Fabel

Narasi

Terkait

© 2025 Cerita Interpretasi Baru | All Rights Reserved.