Sinopsis
Kisah Mengerikan: Harga Murah
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi hutan lebat, terdapat pasar tradisional yang ramai. Banyak pedagang menawarkan berbagai barang dengan harga terjangkau. Di antara keramaian pasar, ada seorang penjual tua bernama Pak Budi, yang dikenal sebagai 'Penjual Dua Tumpuk'. Ia selalu menjual barang-barang bekasnya dengan harga yang sangat murah, seringkali hanya seujung jari.
Suatu hari, seorang pemuda bernama Andi mendekati stand Pak Budi. Tertarik dengan barang-barang aneh dan misterius yang dijual, ia membeli dua tumpuk barang dengan harga yang sangat rendah. Namun, tak lama setelah ia membawa pulang barang-barang itu, suasana di desanya mulai berubah. Kegelapan menyelimuti desa, suara-suara aneh terdengar dari hutan, dan penduduk desa mulai menghilang satu per satu.
Andi, yang merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi, kembali ke pasar untuk mencari Pak Budi. Ketika ia tiba, ia mendapati stand tersebut kosong, hanya tersisa papan kayu yang bertuliskan: 'Dua Tumpuk untuk Tiga Sen, tapi harga yang dibayar bisa lebih tinggi dari yang kau bayangkan'. Ketika ia berputar untuk pulang, ia melihat bayangan-bayangan gelap yang mengintai dari balik pohon, seolah-olah barang-barang yang ia beli telah membangkitkan kekuatan jahat.
Dengan rasa ketakutan yang mendalam, Andi berlari kembali ke desa, mencoba memperingatkan penduduk tentang bahaya barang-barang yang sangat murah itu. Namun, sudah terlambat. Desanya kini tidak lebih dari tempat yang hampa, di mana hanya ada suara angin yang melonggok di antara reruntuhan. Satu hal yang pasti, Andi belajar bahwa kadang-kadang, “harga murah” bisa membawa konsekuensi yang sangat mengerikan.





