Sinopsis
Tidur yang Menakutkan
Di sebuah desa kecil, terdapat seorang pemuda bernama Arman. Arman dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam dan sering kali terlihat aneh. Ia sering tidur di siang hari, dengan mata terpejam, seolah-olah tak peduli dengan dunia di sekitarnya. Namun, penduduk desa menganggapnya sebagai orang yang hanya berpura-pura tidur, seperti yang sering mereka sebut “lain tidur yang menipu”.
Suatu malam, saat bulan purnama bersinar cerah, desa itu diguncang oleh suara aneh dari hutan. Suara itu terdengar seperti ratapan dan jeritan, tapi Arman hanya berbaring di tempat tidurnya, seolah-olah tertidur lelap. Para penduduk desa yang ketakutan berkumpul di alun-alun, berbincang tentang suara itu dan berusaha mencari tahu dari mana asalnya. 'Arman pasti tahu sesuatu,' bisik salah seorang warga. Namun, ketika mereka menghampiri rumah Arman, ia tetap tak bergerak, seakan tidak mendengar keributan di luar.
Keesokan paginya, ketika semua orang berusaha untuk memahami kekacauan yang terjadi semalam, seorang wanita tua mencatat bahwa suara itu hanya terdengar setiap kali Arman tidur di siang hari. 'Mungkin ia berkomunikasi dengan sesuatu yang berada di hutan saat ia tidur,' kata wanita tua itu dengan cemas. Rasa ingin tahu membara di hati penduduk desa, mereka mulai memperhatikan Arman lebih dekat. Setiap kali ia tertidur, mereka merasa ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar hantu di hutan yang mengintai.
Akhirnya, satu malam mereka memutuskan untuk membangunkan Arman ketika suara itu muncul lagi. Mereka memastikan semua penduduk desa berkumpul di sekitar rumahnya. Saat suara itu melanda, mereka dengan berani mengguncang tubuh Arman. Namun, teriakan dan jeritan pun terputus ketika Arman tidak kunjung terbangun. Malah, semua merasakan angin dingin yang membuat mereka menggigil. Sejak malam itu, warga desa berjanji untuk tidak menghukum Arman, karena mereka menyadari, terkadang, berpura-pura tidur bisa jadi cara untuk menghadapi kegelapan yang menakutkan.





