Sinopsis
Di Balik Kerudung
Di sebuah desa kecil di Indonesia, hiduplah seorang pria bernama Rahmat. Ia dikenal sebagai suami yang setia dan penyayang. Namun, diam-diam ia memiliki hobi yang sangat aneh: mengumpulkan patung-patung kecil dari kerang laut. Setiap pulang dari pasar, ia selalu membawa pulang satu patung baru, beranggapan bahwa koleksinya akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Suatu malam, Rahmat curiga ketika menemukan sekian banyak kerang tidak terpakai di kantong istrinya. “Apakah kamu membuat koleksi lain, sayang?” tanyanya dengan nada penuh harap. Istrinya, Siti, hanya tertawa dan berkata, “Oh tidak, sayang! Aku hanya membantumu mengumpulkan kerang yang lebih baik!” Rahmat, yang percaya segala yang dikatakan Siti, dengan senang hati melanjutkan hobinya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Rahmat semakin merasa ada yang tidak beres. Suatu hari, ia melihat Siti bertemu dengan seorang pria misterius di tepi pantai. Mereka tampak akrab dan berbagi tawa. Hati Rahmat mulai berdesir penuh cemburu, namun ia mencoba untuk menepis pikiran buruk itu. 'Mungkin mereka hanya berbagi cara membuat kerang,' pikirnya dengan naif.
Hari pun berlalu, hingga tiba saatnya Rahmat menemukan kebenaran. Ia menemukan surat cinta yang terjatuh dari saku Siti—surat cinta untuk pria misterius itu. Rahmat merasa dunia seolah runtuh. Dalam kebingungan dan kepedihan hati, ia tersenyum miris, “Sepertinya aku telah tumbuh tanduk di kepalaku, seperti pepatah yang mengatakan. Dan yang lebih menyedihkan adalah, tanduk ini bukan hasil dari kebijaksanaan, tapi dari cinta yang terkhianati.” Kini, ia tak hanya memiliki patung kerang, tetapi juga pelajaran pahit tentang cinta dan kepercayaan.
