Sinopsis
Judul: Kelebihan Sopan Santun
Di sebuah desa kecil, tinggal seorang pemuda bernama Arman. Arman dikenal sebagai orang yang sangat sopan. Setiap kali bertemu orang dewasa, ia akan membungkukkan badan, mengucapkan salam dengan suara lembut, dan bahkan merendahkan dirinya saat berbicara. Semua orang mengagumi kesopanan Arman, tetapi tidak ada yang menyadari bahwa ia mulai berlebihan.
Suatu hari, saat Arman berjalan ke pasar, ia melihat seorang nenek yang sedang berjualan sayur. Dengan cepat, ia berlari menghampiri nenek itu dan membungkuk terlalu dalam hingga hampir jatuh. 'Selamat pagi, Nenek!' serunya dengan suara yang sangat pelan. Semua orang di pasar berhenti dan melihat ke arah Arman. Mereka mulai tertawa, 'Lihatlah Arman, terlalu sopan hingga seperti mau tidur di lantai!'
Merasa malu, Arman berusaha memperbaiki kelakuannya. 'Aku akan lebih santai,' pikirnya. Namun, saat bertemu dengan teman-temannya, ia tetap bersikap berlebihan. Ia memanggil mereka dengan sebutan yang terlalu formal dan saat mengobrol, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak memberi pujian yang berlebihan. Teman-temannya mulai merasa tidak nyaman dan berkata, 'Arman, kamu seperti aktifis etika! Santai saja, kita kan teman!'
Suatu sore, Arman mencoba mengubah sikapnya. Ia mengundang teman-temannya untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Kali ini, ia berusaha bersikap biasa tanpa berlebihan. Ketika ada yang mengatakan lelucon, ia tertawa tanpa pretensi, dan tidak berusaha terlalu memuji. Teman-temannya merasa senang dan mulai menganggap Arman sebagai teman yang menyenangkan. Dari situ, Arman belajar bahwa sopan santun itu penting, namun harus ada batasnya. Dengan cara ini, ia dapat tetap menjadi diri sendiri dan memiliki banyak teman.

