Sinopsis
Suatu hari, Angin Utara dan Matahari memutuskan untuk bersaing siapa yang lebih kuat. Di dekat mereka, ada seorang peziarah yang mengenakan mantel tebal. Angin Utara mulai meniupkan angin dingin untuk menunjukkan kekuatannya dan mencoba untuk merobek mantel dari tubuh peziarah. Namun, peziarah itu bertahan menghadapi dinginnya angin dan memeluk mantelnya dengan erat. Meskipun Angin Utara terus berupaya dengan sekuat tenaga, peziarah itu sama sekali tidak bergerak.
Selanjutnya, Matahari muncul. Matahari bersinar dengan lembut, memberikan kehangatan kepada si peziarah. Tak lama kemudian, si peziarah mulai berkeringat dan, terpikat oleh kehangatan yang menyenangkan, ia melepas mantelnya. Matahari telah membebaskan si peziarah dari mantel dengan cara yang lebih lembut dibandingkan Angin Utara.
Pelajaran dari cerita ini adalah pentingnya mendapatkan hasil yang diinginkan dengan kelembutan atau kasih sayang daripada memaksakan kehendak. Ini menunjukkan bahwa pendekatan penuh kasih dan lembut terkadang lebih efektif daripada kekuatan.


















