Sinopsis
Di Ujung Tanduk
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Jono yang terkenal karena kebodohannya. Suatu hari, Jono memutuskan untuk menguji keberuntungannya dengan melompat dari tebing tertinggi di desa. 'Jika aku selamat, berarti aku beruntung!' katanya dengan semangat. Masyarakat desa pun berkumpul untuk menyaksikan aksi nekatnya.
Dengan hati berdebar, Jono melangkah maju menuju tebing. Saat ia berdiri di tepi tebing, teman-temannya berteriak, “Jangan, Jono! Itu berbahaya!” Namun, Jono sudah terlanjur percaya bahwa dia bisa melakukannya. Dengan menghimpun seluruh keberaniannya, ia melompat. Semua orang berdoa agar Jono selamat, tapi Jono malah terjatuh ke dalam genangan air yang sangat dangkal.
Ia mendarat dengan aman, ternyata hanya merasakan sedikit sakit di kakinya. Semua orang bersorak, 'Dia selamat! Dia selamat!' Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama. Jono, yang merasa seolah dia tak terkalahkan, berdiri dan berteriak, 'Lihat! Beruntung sekali aku! Mari kita coba lagi!' kali ini dari atap rumah yang lebih tinggi. Kali ini, kehadiran 'keberuntungan' sepertinya tak sebaik sebelumnya.
Jono melompat lagi, kali ini tanpa ada genangan air untuk menyelamatkan jatuhnya. Dia mendarat dengan keras, dan semua orang terdiam. Ironisnya, Jono tersadar bahwa kadang-kadang keberuntungan yang berlebihan membawa kita ke dalam situasi berbahaya. Dia pun akhirnya terbaring di tanah, merenungkan pepatah yang tepat: 'Jangan coba-coba keberuntungan terlalu jauh, bisa jadi yang kau temui adalah akhir dari semua harapan.'






